Nonexistent Buffalo Male in Pekalongan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Haloo Creative People, gimana kabarnya?? Masih kuat buat liburan kan?? Ah gue liburan cuman seminggu doang ya pasti kuat lah, jijaww...
Oke, kali ini gue mau kasih cerita lagi ke kalian tentang pengalaman gue waktu ngurus persiapan sampai hari-h penampilan festival organisasi mahasiswa daerah (Omda) gue pada kegiatan Gebyar Nusantara (Genus).
Ceritanya gini, di IPB tiap tahun tuh ngadain yang namanya GENUS, nah tiap Omda itu dipersilakan buat daftar ikut kegiatan tersebut (bayar). Waktu itu gue gatau ternyata omda gue ikut daftar, artinya ya harus ikut serangkaian kegiatan, ada festival, karnaval, papi omda, dll. Ceritanya waktu itu gue ditunjuk oleh omda buat ngurusin festival. Nah buat festival ini gue dipasangkan sama temen-temen yang lain, ceritanya tim kreatif festival, dan ternyata cuman gue yang cowok. Okelah gapapa. Setelah dibentuk tim kreatif oleh ketuanya genusnya, kita segera rapat. Pembahasan awal adalah ngrancang nih, mau nampilin apa. Banyak masukan dan ide buat penampilan, mulai dari sintren, kedadean suatu daerah, nari-nari doang, dan banyak lagi. Setelah dirundingkan beberapa kali dan dapat masukan dari kakak tingkat, akhirnya kita mutusin buat festival tahun ini yaitu ngangkat cerita daerah Pekalongan, dengan judul "Nonexistent Buffalo Male in Pekalongan". Itu versi bahasa inggrisnya aja sih, soalnya kalau di bahasa indonesia-kan aneh, kurang greget. Alur ceritanya tuh gini, dahulu ada di suatu daerah di Pekalongan, ada seorang bapak bernama Sadipo punya anak namanya Jaka Danu. Sadipo ini terkenal di desanya karena jago silat dan punya padepokan silat disana. Keahlian ini juga diwariskan ke anaknya, yaitu Jaka Danu, dia juga jago silat sama seperti bapaknya. Disamping itu, Jaka Danu juga punya suatu keahlian magis yaitu memanggil jin untuk membantu pekerjaannya. Keahlian ini sebenarnya didapat dari bapaknya, dan waktu memberikan keahlian ini sang bapak sudah berpesan jangan sampai digunakan sembarang, hanya kalau terdesak saja boleh di keluarkan.
Suatu ketika, datang sebuah sayembara dari Raja dimana barangsiapa yang mampu membuatkan sebuah kapal besar untuk sang Raja dalam waktu 3 hari, maka dia akan mendapat imbalan besar dari sang Raja, termasuk dapat menikahi Putrinya yang dikenal sangat cantik dan anggun. Mendengar sayembaea tersebut tidak satu wargapun yang bisa menyanggupinya. Namun tiba-tiba Jaka Danu mendekati Sang Raja dan mengatakan bahwa dia mampu membuatkannya kapal, bahkan dalam waktu satu malam. Mendengar hal tersebut Raja kaget, bagaimana mungkin seorang pemuda bisa membuatkannya kapal hanya dalam waktu semalam, tapi karena sang pemuda menyanggupinya, akhirnya dia minta untuk dibuatkan kapal dalam waktu satu malam.
Jaka Danu akhirnya berbegas mencari pohon dengan kayu yang paling besar di hutan untuk membuat kapal tersebut. Dia dibantu oleh beberapa murid bapaknya di padepokan untuk mengerjakan kapal ini. Awalnya Jaka Danu betul-bentul buat kapal ini dengan tenaganya sendiri. Namun setelah dihasut oleh murid-murid bapaknya dan melihat waktu tidak memungkinkan untuk membuat kapal dalam semalaman ditambah ambisinya ingin mendapatkan hadiah yang dijanjikan oleh Raja akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan jin-jin. Dipanggillah jin-jin tersebut oleh Jaka Danu. Tiba-tiba datanglah segerombolan jin-jin dari sudut-sudut hutan, dari balik pohon, belakang semak, belakang batu, dari segala penjuru berdatangan jin-jin untuk membantu Jaka Danu. Singkat cerita saat masih mengerjakan kapal tenyata matahari udah mulai terbit dan jin-jin pun lari terbirit-birit menjauhi sinar matahari. Mereka akan lemah saat matahari terbit. Saat itu kapal hampir saja jadi, namun karena matahari sudah terbit artinya Jaka Danu gagal membuat kapal dalam semalam.
Aktivitas warga berjalan seperti biasanya, Mereka hilir mudik mengerjakan kegiatan rutinnya tiap hari. Namun disaat sibuk aktivitas, mereka melihat Jaka Danu sedang termenung disamping kapal yang belum jadi. Mereka pun mengolok-olok Jaka Danu yang kemarin sok-sokan menyanggupi bikin kapal dalam 3 hari, bahkan sanggup semalam. Mendengar olokan tersebut, Jaka Danu marah, dan mengobrak-abrik segala sesuatu yang ada disana. Warga ketakutan dan kemudian lari menjauhi Jaka Danu yang mulai menggila. Informasi kegilaan Jaka Dani ini sampai ke telinga Sadipo, akhirnya dia mendatangi anaknya berusaha untuk menenangkan. Tapi ternyata Jaka Danu menolak bahkan menantang bapaknya untuk bertarung duel. Sadipo sebagai bapak tidak mungkin bertarung dengan anaknya, akan tetapi karena tidak ada cara lain untuk menenangkan anaknya akhirnya dia pun bertarung. Singkat cerita Sadipo terdesak dan akhirnyà kalah. Melihat anaknya yang suyang sudah tidak karuan lagi dan tidak hormat kepada bapaknya akhirnya dia dikutuk jadi kerbau. Bersambung...
Hehe, seperti biasa, cerita ga sampai selesai, sengaja biar kalian nunggu tulisan berikutnya. Hihiuu
Okee, sekian dulu tulisan hari ini
Salam Creative, Salam Pramuka
Wasaalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Wah ditunggu loh mas lanjutan ceritanya.
BalasHapus