Belajar Mengeja Kata
Ini Ibu Budi
Ini Ani
Ani teman Budi
Ani bukan anak Ibu Budi
Ibu Budi tidak punya anak bernama Ani
Ini Budi
Budi kecil rajin mengaji
Tiap hari selalu mengaji dengan Ani
Tapi kini mereka tak rajin lagi
Ketika mulai kenal dengan Rani
Rani mulai mengajak Budi bolos ngaji
Ini Budi
Budi kini tak kecil lagi
Tak lagi akrab dengan mengaji
Ketika Budi mulai kenal korupsi
Budi lebih suka sibuk sendiri
Menghitung jumlah uang yang dimiliki
Entah itu hasil dari mana lagi
Tak tahu apakah hasil kolusi atau korupsi
Ini Budi
Budi kini suka makan jalan
Tiap hari terima proposal untuk tanda tangan
Perjanjian-perjanjian pembebasan lahan
Padahal itu menyengsarakan rakyat sekitaran
Tapi Budi sudah dibutakan
Dengan uang-uang yang mulai bersliweran
Ini Budi
Budi kini jadi kaya raya
Tiap hari jalan naik innova
Lupa kalau dulu jalan naik sepeda onta
Baju baru pun tidak punya
Ada kalau di kasih tetangga
Ini Budi
Budi kini tak muda lagi
Penyakit mulai jangkit di sana sini
Tersadar sebentar lagi akan menghadap ilahi
Tapi sudah tak ada waktu lagi
Untuk memohon agar waktu berulang kembali
Ini Budi
Terbaring lemah di atas dipan
Tak ada daya untuk sekadar makan
Teriak lirih pinta satu harapan
Agar hidup bisa dikembalikan
Pada masa kala dia sibuk ikut kajian
Mendekatkan diri kepada Tuhan
Ini Budi
Budi.. Budi.. Budi..
Teriak Ani
Innalillahi
Budi sudah tak ada lagi
Bisik lirik di telinga Budi
Budi, maafkan Ani
Ani sayang Budi
Tapi Budi tak pernah mengerti
Do'aku selalu untuk Budi
Innaalillaahi wainna ilaihi raaji'uun
(Nama hanya fiktif belaka, sama sekali tak ada maksud untuk menghina, mencemooh, atau merusak nama baik pemilik nama. Segunung maaf saya pinta kepada saudara)

Komentar
Posting Komentar