Yuk Ikut Makan!

Tak Perlu Rebutan Ketupat
-momen setelah lebaran-

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Halo Sahabat Kreatif, gimana kabarnya? Biasanya kalau habis lebaran kaya gini berat badan nambah kan??? Haha. Santai, itu wajar, wong  kalian kalau pas puasa makannya malah lebih banyak daripada sebelumnya. Iya kan? wkwkw

Oke, kali ini saya ingin sedikit cerita tentang salah satu tradisi yang ada di tempat saya kalau habis lebaran. Nah mungkin tradisi ini di tempat kalian ada juga cuman mungkin ada sedikit perbedaan.

Oh iya sampai lupa, sebelumnya saya mau mengucapkan Taqabbalallu minna waminkum, shiyaamana wa shiyaamakum. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin. Kalau ada salah-salah yang pernah saya lakukan entah itu disengaja maupun tidak disengaja mohon dimaafkan. Insya Allah buat kalian yang ada salah ke saya semuanya sudah saya maafkan. Heheu

Kembali ke topik utama. Jadi kalau ditempat saya, selesai sholat Ied kita ada tradisi makan-makan bareng warga sekitar. Nah biasanya ada dua tempat. Satu di KUD (Koperasi Unit Desa) dan satunya di mushola. Bedanya, kalau yang di KUD itu biasanya khusus buat mereka yang panitia sholat Ied, jadi selesai beres-beres perlengkapan sholat Ied, mereka kumpul di ruangan KUD untuk menikmati makanan yang sudah disediakan. Nah makanan ini berasal dari kiriman warga-warga sekitar. Ada yang ngasih opor ayam, opor daging, ayam goreng, lontong, ketupat, dan lain-lain. Nah kalau yang di mushola biasanya untuk jamaah mushola tersebut. Jadi pas mereka dateng ke mushola biasnaya masing-masing dari mereka bawa makanan yang udah disiapkan dari rumah. Terserah mereka mau bawa apa. 
Sebelum acara dimulai biasanya ada sambutan dulu dari pengurus mushola dan penyampaian informasi-informasi singkat terkait kegiatan yang ada di mushola. Selesai sambutan, kemudian pembawa acara akan memimpin do'a dan dilanjutkan dengan makan bersama. Di sini kita bebas mau ambil menu apa aja, dan porsi berapa aja, yang penting kira-kira perut muatlah. Oh iya, meskipun bebas ngambil apa aja, tapi jangan ambil menu makanan yang udah di piring orang. Kalau gitu, itu namanya ngece, la wong sudah di piringnya orang kok tetep kita ambil, sembrono itu. Yang asik di sini adalah kita bisa saling berbagi kebahagiaan di hari raya. Di sini ga ada orang yang merengut njetutu , semuanya senyum bahagia karena bisa sama-sama menyelesaikan puasa di bulan ramadhan dan berkesempatan menjumpai hari raya. 
Di sini ga ada batasan umur, siapa aja boleh ikut, mulai dari bayi sampai kakek-nenek semuanya bisa ikut. Nah ada yang unik nih, hampir setiap tahun setiap ada acara seperti ini pasti ada saja mereka yang ga sengaja menjatuhkan minuman. Eh tapi gatau juga deng, entah ga sengaja atau memang disengaja biar rame aja gitu. Ini serius, hampir tiap tahun pasti ada yang seperti itu. Haha

Nah, pelajaran yang bisa kita ambil dari kegiatan seperti ini adalah bahwa momen seperti ini mungkin adalah momen yang sangat langka dimana semua orang dari berbagai kalangan usia bisa berkumpul. Sebagaimana kita ketahui bersama, kalau sekarang emang rada susah buat nyari momen seperti itu, karena masing-masing dari kita punya kesibukan sendiri-sendiri, entah itu sekolah, kuliah, ataupun kerja. Dan momen ini merupakan salah satu obat untuk sedikit melepas rasa keegoisan kita selama 12 bulan sebelumnya. Mungkin kalau jaman dulu orang-orang masih gampanglah kumpul-kumpul seperti ini, lah kalau sekarang, bahkan saya sendiripun kadang saking jarang bergaulnya dengan tetangga sampai-sampai ga kenal dengan tetangga di sekitarnya, padahal masih di desa loh. Apalagi mereka yang tinggal di kota. Selain itu, momen seperti ini juga merupakan sarana buat kita saling berbagi rejeki, tidak ada perbedaan yang kaya dan miskin, semuanya bisa memberi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Yang kaya tidak merasa lebih hebat dari yang miskin, yang miskin pun tidak merasa minder dengan yang kaya, Di sini semuanya sama, sama rasa, sana rata, Ga ada yang, lah ini yang masak si ini kan, pasti ga enak, ini yang masa ini kan, kayaknya enak. Semuanya sama, dan disini juga mengajarkan kita agar saling menghargai masing-masing. Kalau ada orang tua yang masih ngambil makanan, yang muda belajar mengalah, kalau ada anak kecil nangis karena ga kebagian makanan, ya kita kasih. Keren lah  pokoknya.


Mungkin itu dulu ya tulisan kali ini. Buat kalian yang mau ngasih saran, silakan bisa disampaikan di kolom komentar yang ada di bawah. Insya Allah pasti dibaca kok. Hehe

Oke, sekian. Salam Kreatif
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Komentar