Mata Indah di Ujung Senja
Pada suatu senja
duduk di kursi sambil menyesap secangkir kopi
Senjaku adalah tentang sehelai daun
yang jatuh di tamanmu
sejenak terbaring di sana
memandangmu yang senantiasa luput
Senjaku adalah tentang selembar kertas
yang tergeletak di atas mejamu
menunggu satu goresan pena
menuliskan cerita tentang Majnun dan Laylanya
Hei!
Layla-Majnun hanyalah cerita
Tentang pemuda yang gila karena cinta
Dan orang-orang sekitarnya ramai bersabda,
"Kau sudah gila, Majnun! Layla tidak pernah sekalipun menaruh hatih padamu, Majnun"
Baginya yang sedang dimabuk asmara
Majnun balik bersabda,
"Haha... Bagiku Layla adalah sebuah gelas yang aku minum darinya"
"Aku mencintai Layla tidak dalam kata, tapi karena rasa!"
Senjaku adalah tentang taman Argasoka
Yang mempertemukan Anoman dan Trijata
dalam balut kasih yang sulit diterima
antara manusia dan seekor kera
Senjaku adalah tentang kata-kata
dan kau adalah seluruh kata
yang harus ada
dalam puisiku
Pekalongan, pada suatu ketika

sosweeeeeetttt
BalasHapusTerima kasih kaka
HapusKalau denger layla-Majnun. Suka inget fakhrudin Faiz 😅
BalasHapusKeren parah nih de 😊
Hehe, saya denger Layla-Majnun malah ingetnya "dia" yang seolah-olah menjelma jadi Layla, haha
Hapus