SIKLONIRASA
Memilih untuk menetapkan hati pada perasaan yang masih berjarak adalah satu keputusan yang saat ini aku ambil
Aku memutuskan untuk tetap menjaga perasaan pada seseorang yang sampai detik ini pun belum pasti apakah dia memiliki jawaban yang sama
Mungkin benar aku sedang sedikit terbodohi dengan kalimat-kalimat bijak seseorang.
"Jangan takut untuk mengungkapkan perasaan lebih dahulu. Banyak yang kemudian saling kecewa karena tidak ada yang berani mengungkapkan padahal keduanya saling menyimpan perasaan. Sayangnya, setelah kamu ungkapkan perasaan itu ada 3 kemungkinan yang akan kamu terima. Pertama kamu diterima, kedua kamu ditolak, dan yang ketiga adalah kamu digantungkan! Ini yang cukup menyebalkan. Untuk kasus ini pada akhirnya kamu harus berpura-pura seperti tidak pernah ada peristiwa itu, berpura-pura seolah kalimat itu tidak pernah diucapkan, berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja!"
Benar bukan?
Bahkan, saat ini aku harus merasakan fase di mana percaya diri itu menjadi perkara yang mahal
Mahal karena itu sulit untuk aku dapat sekarang
Berkata jujur pada seseorang itu benar dan memang keharusan
Menunggu satu jawaban yang sudah sedikit menemukan titik terang juga tidak disalahkan
Tapi berkata jujur tentang perasaan kepada seseorang yang diharapkan?
Sepertinya untuk sekarang masih aku simpan dan rahasiakan.
Mungkin memang lebih baik seperti itu
Astaga, untuk berkata pasti saja aku sampai tidak berani
Semuanya masih mungkin, mungkin, dan mungkin
"Assalamu'alaikum, kamu gimana kabarnya? Semoga di sana kamu sehat-sehat terus ya ..."
...
...
...
"Wa'alaikumussalam warahmatulah"
"Alhamdulillah saya sehat-sehat di sini, Kak. Semoga kakak di sana juga sehat-sehat ya. Kalau lagi capek mending istirahat aja, Kak. Jangan dipaksakan.
Nanti saya hubungi lagi ya, Kak. Ini lagi ada urusan dulu. Semangat, Kakak! Assalamu'alaikum"
Kata orang, yang paling penting dalam hubungan, ya entah itu hubungan yang sudah pasti atau yang masih mencoba memasti-mastikan adalah komunikasi
Komunikasi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah,
sampai engkau meraihnya
Sayangnya ini bukan lagu, jadi tidak perlu aku tulis sambil bersenandung dalam hati.
.
.
"Di sana lagi hujan juga kah? Di sini hujan sih, tapi kayak masih malu-malu juga hujannya, mau turun apa ngga. Hehe."
...
...
...
"Kayaknya itu masih belum lucu sih, Kak. Jadi kata Hehe di akhir kayak kurang oke aja, Haha."
Asril, saya pernah begitu menyukaimu. Jika saja kala itu kamu tidak ragu untuk mengungkapkannya dan meyakinkan bahwa telah memilih saya, besar kemungkinan bahwa saya tidak memilih berhenti dari hubungan yang baru akan kita mulai. Saya setuju bahwa komunikasi adalah kunci, tapi saya rasa banyak wanita akan setuju bahwa 'memastikan' tidak kalah pentingnya. Semoga kamu baik-baik disana. Kita akan saling tersenyum saat bertemu kembali suatu hari nanti. Salam.
BalasHapus